Kamis, 25 April 2019

Masa Kadaluwarsa Helm

Menurut Wikipedia, Helm (bahasa Belanda: Helm) adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik.
Helm masih menurut Wikipedia biasanya digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi. Di beberapa negara, helm wajib digunakan bagi pengendara sepeda motor, bahkan ada yang mewajibkannya bagi pengendara sepeda tak bermotor.
Dikutip dari Otosia, Rabu, 13 Februari 2019, setiap helm yang diproduksi, biasanya akan berusia 5 tahun sebelum masuk fase kedaluwarsa. Technical Support dari DeRide Official Store, Irwansyah, menjelaskan kualitas helm yang sudah kedaluwarsa akan menurun jika mengalami benturan. Penurunan mutu ini akan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi penggunanya, ungkap Irwansyah seperti dikutip dari dream.co.id.
Menurut Brand Technical Support Cargloss Proriders sebagai distributor resmi helm Arai di Indonesia, Irwan, umur styrofoam atau EPS di helm itu biasanya 5 tahun setelah helm itu diproduksi. Secara fisik memang tidak akan rusak ketika melewati masa kedaluwarsa. Namun, fungsi styrofoam atau EPS di helm itu untuk meredam benturan tidak bisa maksimal jika sudah melewati batas kedaluwarsa. "Secara fisik dia enggak akan rusak. Cuma, misalnya terjadi benturan, dia absorb enggak maksimal. Kalau styrofoam umurnya udah lewat, pas terjadi benturan styrofoam-nya itu bisa penyok. Dia enggak bisa elastis lagi styrofoam-nya," kata Irwan seperti dikutip dari detik.com.

Photo : nolan.it