Jenis-Jenis Sistem Pengikat Helm Atau Retention System

Fungsi helm penting dalam keselamatan berkendara terutama untuk melindungi kepala dari benturan saat terjadi kecelakaan. Selain shell atau tempurung luar helm, sistem pengikat helm atau retention system juga punya peran sangat signifikan untuk menjaga helm agar tidak terlepas dari kepala saat terjadi kecelakaan.
Lalu sistem pengikat helm atau retention system seperti apa saja yang saat ini terdapat dipasaran? Sistem pengikat helm atau retention system tersebut antara lain :
1. Quick Release Buckle
Sesuai namanya, Quick Release Buckle, sistem pengikat ini dibuat supaya pemakainya dapat dengan mudah dan cepat dalam membuka pengikat jenis Quick Release Buckle ini. Jenis Quick Release Buckle ini biasanya dipakai untuk helm kelas bawah atau helm half face dengan tingkat perlindungan kurang baik. Ciri khas Quick Release Buckle ialah terdengar bunyi ‘klik’ ketika dioperasikan. Kelemahan pengikat helm Quick Release Buckle ialah rumah cantolan yang sering oblak atau mudah rusak karena bisanya terbuat dari material plastik. Sistem Quick Release Buckle ini rawan bisa terbuka kalau ketika terjadi benturan.
2. Microlock
Jenis sistem pengikat helm tipe Microlock ini kini sangat mudah ditemui di helm, baik half face maupun full face. Pengikat jenis ini cepat popular karena lebih mudah dioperasikan. Pemakainya cukup memasukkan ujung pengikat besar ke cantolan sampai terdengar bunyi ‘krek.’ Kekurangan jenis sistem pengikat helm tipe Microlock ini yaitu masih kurang dalam perlindungan menyeluruh. Sebab ujung pengikat terbuat dari plastik dan masih rentan ‘getas’ serta rumah cantolan yang dapat pecah ketika terjadi tumbukan atau kecelakaan.
3. Double D Ring
Tali retention helm tipe Double D Ring atau DD Ring adalah model tali pengikat atau retention helm yang memiliki tingkat keamanan paling tinggi yang bisa anda jumpai pada helm sepeda motor saat ini. DD Ring bahkan menjadi standar retention system di dunia balap motor. Sesuai namanya, pengikat jenis ini memakai dua logam berbentuk ‘D’ sebagai tempat pengikat simpul tali. Mekanisme pengikatnya mengunci tali helm dalam keadaan terlipat, prinsip kerjanya mirip penguncian tali untuk panjat tebing. Kekurangan Double D Ring yaitu jika dibanding dengan retention system model Quick Release Buckle ataupun Microlock, maka DD Ring akan lebih ribet dalam pengoperasiannya.

Photo : whyarai.co.uk, motorcyclegear.com, dan walmartimages.com

Quick Release Buckle

Microlock

Double D Ring