Mengenal Polikarbonat, Material Yang Aman Sebagai Visor Helm

“Aman atau tidaknya visor yang dipakai ditentukan oleh materialnya. Bukan karena jenisnya seperti flat atau cembung,” ujar Arif Rahman, dari Arf Performance, spesialis helm lawas branded seperti dikutip oleh GridOto.com.
Visor adalah lapisan transparan yang terdapat di bagian wajah dari helm yang berfungsi untuk mendukung penglihatan dari pengguna helm dan melindungi pengendara dari kotoran dan atau benda keras saat berkendara menggunakan helm tersebut.
Polikarbonat mulai banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan visor helm dikarenakan lebih tahan terhadap benturan. Lebih tahannya polikarbonat terhadap benturan membuat polikarbonat lebih aman daripada akrilik.
Lalu apakah polikarbonat itu?
Polikarbonat menurut Wikipedia adalah suatu kelompok polimer termoplastik, mudah dibentuk dengan menggunakan panas. Plastik jenis ini digunakan secara luas dalam industri kimia saat ini. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening. Dalam identifikasi plastik, polikarbonat berada pada nomor 7. Polikarbonat disebut demikian karena plastik ini terdiri dari polimer dengan gugus karbonat (-O-(C=O)-O-) dalam rantai molekuler yang panjang. Tipe polikarbonat yang paling umum adalah bisfenol A (BPA). Polikarbonat adalah material yang tahan lama dan dapat dilaminasi menjadi kaca anti peluru. Meski memiliki ketahanan yang tinggi terhadap benturan, namun polikarbonat cukup mudah tergores sehingga dibutuhkan pelapisan keras (hard coating) untuk membuat lensa kacamata dan eksterior otomotif menggunakan polikarbonat dan material optis lainnya karena polikarbonat sangat bening dan memiliki kemampuan mentransmisikan cahaya yang sangat baik dibandingkan dengan jenis kaca lainnya. Sifat polikarbonat mirip dengan polimetil metakrilat (akrilik), namun polikarbonat lebih kuat dan dapat digunakan pada suhu tinggi, meski lebih mahal. Polikarbonat akan mengalami transisi gelas pada temperatur 150° C sehingga polikarbonat akan menjadi lembek secara bertahap di atas temperatur ini, dan mulai mencair pada temperatur 300° C.
Masih menurut Wikipedia, polikarbonat menjadi material pembentuk alat-alat rumah tangga yang umum, sama halnya seperti di industri dan laboratorium, terutama dalam aplikasi yang berhubungan dengan kemampuan material ini, yaitu ketahanan terhadap benturan keras, ketahan terhadpa temperatur, dan sifat optisnya. Metode transformasi pada resin polikarbonat yang utama diantaranya:
1. Ekstrusi menjadi tube, batang, dan bentuk lainnya;
2. Ekstrusi dengan menggunakan silinder menjadi lebaran dengan ketebalan di bawah 1 mm hingga 15 mm yang bisa digunakan secara langsung atau dibuat menjadi bentuk lain menggunakan thermoforming atau teknik fabrikasi sekunder seperti pembengkokan, pengeboran, penggulungan, pemotongan dengan laser, dan sebagainya;
3. Injection molding menjadi suatu bentuk tertentu.
Beberapa jenis polikarbonat juga digunakan dalam aplikasi medis dikarenakan polikarbonat aman dipanaskan pada temperatur 120° C di mana temperatur tersebut berguna untuk mensterilkan peralatan medis. Alkohol adalah salah satu bahan yang direkomendasikan untuk membersihkan peralatan polikarbonat, terutama membersihkan dari endapan minyak dan kotoran. Terkadang, larutan boraks dalam air juga digunakan.

Sumber : wikipedia.org
Photo : bellhelmets.com