Torsi Mesin Triumph Akan Membawa Moto2 Lebih Dekat Ke MotoGP

"Ini akan lebih baik untuk semua orang, dan untuk kategori Moto2, untuk memiliki gaya balap baru ini" – Karakter Moto2 akan lebih dekat ke MotoGP dengan mesin Triumph 765cc yang baru.
Torsi ekstra dari mesin triple 765cc yang akan diperoleh jika dibandingkan dengan mesin Honda 600cc empat silinder yang dipakai sebelumnya di Moto2 adalah topik pembicaraan yang hangat dan akan membutuhkan gaya berkendara yang lebih mirip gaya berkendara MotoGP.
Orang yang tepat untuk membuat perbandingan adalah Sam Lowes dan Thomas Luthi, para pembalap di kelas Moto2 musim 2019 yang juga telah menghabiskan satu musim penuh di kelas utama MotoGP.

"Kecepatan tikungan lebih lambat daripada mesin Honda, tetapi keluar dan masuk tikungannya sudah lebih cepat," kata Lowes, yang kembali ke Gresini dan Kalex untuk Moto2 musim 2019 seperti dikutip oleh Crash.
"Oke, ini bukan motor MotoGP ini hanya 130 hp tetapi lebih seperti MotoGP dalam cara Anda harus menghentikannya, lebih dari yang Anda lakukan pada mesin Honda Moto2," tambah Lowes.
"Jujur, ketika semua orang mendapat 40% dari tikungan dengan motor Honda Moto2 mereka sangat rebah. Anda ingin melakukan itu sekarang, Anda akan wheelie. Jadi akan bagus harus bekerja dengan hal itu," jelasnya.
"Sepertinya ini memiliki jendela power yang jauh lebih besar sekarang. Anda dapat melakukan short-shift dan drive. Anda tidak harus meningkatkan lean angle untuk menjaga rpm.
"Dengan mesin Honda semua orang, kurang lebih membalap di jalur yang sama. bertahan dan menjaga kecepatan. Sekarang, Anda masih bisa melakukannya, tetapi Anda juga bisa menghentikan dan memulainya lagi.
"Saya pikir hal itu akan bagus untuk pertarungan, untuk menyalip dan itu akan menjadi batu loncatan yang lebih baik (untuk ke MotoGP). Juga untuk para penggemar itu akan menjadi lebih menarik, lebih banyak wheelie dan lebih banyak manuver di akhir perlombaan. Lebih banyak aksi," tutup Lowes.

Thomas Luthi, yang menghabiskan musim 2018 dengan bersama Marc VDS Honda di MotoGP, akan kembali ke kelas Moto2 setelah bergabung dengan tim Dynavolt Intact untuk Moto2 musim 2019.
"Sekarang saya kembali dan saya juga berpikir, 'Moto2 akan lebih dekat dengan MotoGP' tetapi Anda masih membutuhkan kecepatan di tikungan dibandingkan dengan motor MotoGP," kata Luthi seperti dikutip oleh Crash.
“Meskipun demikian, Saya pikir ini adalah saat yang tepat untuk kembali ke kelas ini karena walaupun kelas ini masih Moto2, tapi itu bukan mesin 600cc dan akan ada cukup banyak torsi dari Triumph di tikungan. Saya benar-benar terkesan dengan mesinnya.”
"Saya telah berbicara dengan Sam (Lowes) dan dia mengatakan hal yang sama. Sebenarnya motor baru ini cukup sulit untuk dikontrol, ada cukup banyak torsi di rpm bawah. Di pintu keluar tikungan, tetapi juga saat masih di tengah tikungan itu akan sangat sulit karena Anda harus berkendara sangat halus dan sangat hati-hati. Saya pikir itu sebabnya kami melihat beberapa highside. Karena sangat sulit untuk dikendalikan. Anda harus tenang dan sangat halus dengan kontrol gas. Ini hal baru dan kami harus menemukan cara untuk menyetingnya dengan benar untuk mendapatkan kontrol yang lebih banyak," tutup Thomas Luthi.

Photo : MotoGP