Petronas: Walau Sukses di F1, Tetapi Kami Harus Tetap Belajar di MotoGP

“Kami tahu apa yang perlu dilakukan di (balap) empat roda, tetapi kami belum belajar atau mungkin tidak belajar untuk MotoGP. Ini sama sekali berbeda,” kata Noor Afiza Mohd Yusof, Petronas seperti dikutip oleh Crash.
Sebagai title sponsor dan mitra teknis untuk tim Mercedes F1 pemenang multi musim kejuaraan F1, Petronas bergerak ke MotoGP untuk musim 2019 melalui proyek Sepang Yamaha yang baru berdiri.
Menindaklanjuti fans dan pemirsa MotoGP yang terus berkembang, khususnya di wilayah asal Petronas di Asia Tenggara, Petronas ingin langsung melebarkan branding melalui MotoGP itu sendirian.
Menggunakan pengetahuan dari F1, Petronas diyakini akan mempersingkat proses perkembangan mereka MotoGP, tetapi Petronas sadar bahwa balap dua roda adalah tantangan yang sama sekali berbeda dengan F1.
“Kembali pada pertengahan 1990-an kami terlibat dengan roda dua, tetapi bukan MotoGP, dan sejak itu kami telah berkembang lebih banyak di Formula Satu," kata kepala manajemen merek Petronas, Noor Afiza Mohd Yusof seperti dikutip oleh Crash. "Tetapi selama beberapa tahun terakhir telah ada tren yang meningkat dalam hal jumlah fans dan pemirsa yang terus bertambah untuk MotoGP. Anda dapat melihat hal itu pada balapan yang bagus seperti di Malaysia, di mana kami menjamu 169.000 orang tahun ini. Itu luar biasa. Dalam hal F1, ini adalah kelompok yang sepenuhnya berbeda, demografis dan gaya hidup. MotoGP lebih merupakan pasar yang berusia lebih muda dan yang berjiwa muda! Kami masuk ke Formula Satu untuk hal teknologi. Ini adalah lambang dari teknologi. MotoGP juga merupakan level tertinggi bagi kami di roda dua sebagai satu-satunya kategori di mana kami dapat mengembangkan produk kami.”
“Jadi motorsport adalah platform yang penting bagi kami, tidak hanya sebagai sponsor, tetapi terutama sebagai mitra teknis untuk bahan bakar balap dan pelumas. Kami telah melakukan itu dengan sukses selama lima tahun terakhir untuk Mercedes dan kami sangat berharap untuk meniru apa yang telah kami pelajari ke (balap) dua roda. Kami tahu apa yang perlu dilakukan di (dunia) empat roda, tetapi kami belum belajar atau mungkin tidak belajar sampai batas tertentu untuk roda dua. Karena itu adalah hal yang sama sekali berbeda. Jadi, sementara kami memiliki beberapa kesuksesan besar (di F1) itu tidak menjamin kita akan berhasil di sini dan kadang-kadang kita mungkin harus belajar cara-cara baru dalam melakukan sesuatu," tambah Noor Afiza Mohd Yusof.
Petronas Yamaha Sepang Racing Team yang baru telah memulai debutnya dengan pembalap Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo pada tes Valencia bulan lalu, hanya dua hari setelah akhir musim.
“Sungguh membahagiakan, melihat begitu banyak orang dari Yamaha di garasi kami, bekerja sama untuk merakit sepeda sampai larut malam. Ini seperti tiga pihak yang datang bersama, dua di antaranya (Petronas dan Sepang) tanpa banyak pengalaman di kelas MotoGP. Saya pikir ini merupakan awal yang baik untuk tim yang hebat," tutup Noor Afiza Mohd Yusof.
Morbidelli adalah pembalap tercepat keenam di tes MotoGP Valencia dan sekali lagi pada tes Jerez dikesempatan berikutnya, dan rookie, Quartararo diurutan kedua belas.

Photo : Petronas