Rabu, 19 Desember 2018

Bos Honda MotoGP : Rossi Berat Untuk Menerima Bahwa Masanya Telah Usai

Bos Honda MotoGP, Alberto Puig mengatakan bahwa pembalap Yamaha, Valentino Rossi "mengalami kesulitan untuk menerima" bahwa dia tidak lagi menjadi pembalap utama kelas MotoGP.
Rossi telah menjadikan dirinya sendiri sebagai legenda MotoGP dengan memenangkan tujuh gelar, tetapi ia tidak dapat menambah jumlah juara dunianya sejak 2009.
Dia menjalani persaingan hebat dengan Marc Marquez, yang tahun ini dapat meraih gelar juara dunia MotoGP kelimanya dari enam upaya perebutan gelar juara dunia MotoGP yang telah Marc Marquez lalui selama ini.
Hubungan antara keduanya (Rossi dan Marquez) berlangsung tegang, dan Puig bos tim Honda pada awal tahun, menyatakan bahwa Rossi adalah pelaku utama dalam ketegangan itu.

"Valentino telah menjadi pembalap hebat," kata Puig kepada harian Spanyol La Vanguardia. "Dia memiliki semua rasa hormat saya. Pada umurnya (39), dia masih memiliki keinginan dan bakat untuk membalap dengan cepat dan dia tidak menerima untuk tidak bisa menang. Tapi dia mengalami kesulitan untuk menerima bahwa waktunya sudah berakhir. Terkadang metode yang dia gunakan juga tidak tepat. Tidak pernah saya melihat Marquez keluar jalur, dan melakukan sesuatu yang berbahaya terhadap Rossi. Itu selalu insiden balapan. Aku menghormati Rossi, tetapi dalam hidup semuanya memiliki momen. Dan suka atau tidak suka, Marc adalah nomor satu (sekarang)."

Photo : MotoGP