Sabtu, 23 Februari 2019

Siapakah Pembalap Panutan Jorge Lorenzo?

Mantan pembalap Movistar Yamaha sekaligus mantan pembalap Ducati MotoGP, Yang saat ini bergabung dengan tim Repsol Honda MotoGP, Jorge Lorenzo memiliki pembalap panutan yang juga pernah berlaga di kejuaraan dunia MotoGP.
Banyak pembalap-pembalap hebat yang pernah dan sedang berlaga di kejuaraan dunia MotoGP tetapi hanya ada satu pembalap yang menjadi panutan dari Superstar MotoGP Jorge Lorenzo, pembalap itu yaitu Max Biaggi.
Massimiliano "Max" Biaggi (lahir di Roma, Italia, 26 Juni 1971; umur 47 tahun). Prestasi yang pernah dicapainya adalah juara dunia GP 250cc sebanyak 4 kali berturut-turut, yaitu pada musim balap 1994, 1995, 1996, dan 1997. Debut di balap Grandprix motor dijalaninya tahun 1991 kelas 250cc di GP Prancis. Juara seri pertamanya diperoleh di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan pada GP 250cc musim balap 1989. Max Biaggi mendapat julukan "Roman Emperor" dan "Mad Max" (wikipedia.org).
Selain di kejuaraan dunia MotoGP, Max Biaggi juga pernah menjuarai ajang balap WSBK pada tahun 2010 dan tahun 2012.
Max Biaggi, dia adalah pembalap sangat tenang. Saya benar-benar menyukai karakter dan gayanya,” ujar Jorge Lorenzo, sebagaimana dikutip dari BT Sport.

Photo : @jorgelorenzo99

Mengenal Struktur Helm

Menurut Wikipedia, Helm (bahasa Belanda: Helm) adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik.
Inti mekanisme perlindungan helm adalah penyerapan dan penyebaran momentum energi benturan yang diterima ke seluruh bagian helm sehingga tidak ada energi benturan berlebihan di satu titik atau lebih. Oleh karenanya meski terdapat berbagai bentuk helm, bentuk dan strukturnya selalu harus mempertimbangkan kemampuannya untuk menyerap dan penyebaran momentum energi benturan. Ukuran dan beratnya helm juga merupakan pertimbangan lain sebab ukuran yang lebih besar dari semestinya juga meningkatkan risiko terhadap pengguna saat terjadi benturan atau kecelakaan.
Lalu seperti apa struktur helm yang ideal untuk keamanan berkendara?
1. Lapisan luar yang keras (outer shell)
Lapisan ini didesain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan polycarbonate, komposit dan atau serat karbon. Lapisan ini berfungsi terutama untuk menyebarkan energi benturan yang diterima oleh helm, menyebar ke seluruh sisi helm sehingga tidak ada benturan berlebihan di satu titik dibagian helm.
2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell)
Di sebelah dalam dari outer shell terdapat lapisan yang sama pentingnya dalam keselamatan yaitu sebagai lapisan penyangga prokteksi terhadap energi benturan. Biasanya dibuat dari bahan Expanded Polystyrene (EPS) yang relatif lunak. Lapisan tebal ini memberikan efek bantalan yang berfungsi menahan goncangan sewaktu helm mengalami benturan dan memberikan efek peredaman terhadap energi benturan sehingga tidak ada benturan berlebihan yang langsung mengenai kepala pemakainya. Lapisan ini sama seperti lapisan outer shell, juga berfungsi terutama untuk menyebarkan energi benturan yang diterima oleh helm, menyebar ke seluruh sisi helm sehingga tidak ada benturan berlebihan di satu titik dibagian helm sehingga tidak ada benturan berlebihan yang langsung mengenai kepala pemakainya sehingga kepala dapat terhindar dari cidera.
3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)
Merupakan bagian dalam helm yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas, ketat dan tepat pada rongga helm.
4. Tali Pengikat
Bagian penting lainnya dari helm adalah tali pengikat helm. Helm tidak akan berfungsi dengan baik kalau tidak dilengkapi atau tidak mengikatkan tali pengikatnya dengan benar. Tanpa tali pengikat, helm dapat terlepas dari kepala penggunannya saat terjadi benturan atau kecelakaan. Jenis-jenis tali pengikat helm antara lain quick buckle, micrometric buckle dan Double D ring.
5. Visor
Visor adalah lapisan transparan yang terdapat di bagian wajah dari helm yang berfungsi untuk mendukung penglihatan dari pengguna helm dan melindungi pengendara dari kotoran dan atau benda keras saat berkendara menggunakan helm tersebut.

Photo : Nolan Group S.p.A., araihelmets.net.au dan ebay.ie

Lapisan luar yang keras (outer shell)


Lapisan dalam yang tebal (inside shell)


Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)


Tali Pengikat


Visor

Jumat, 22 Februari 2019

Kemungkinan Balapan MotoGP Di Mandalika Indonesia Akan Menjadi Balapan Yang Unik

Beberapa media nasional dan internasional gencar memberitakan akan digelarnya balapan MotoGP di tahun 2021.
Beberapa waktu yang lalu berembus kabar bahwa MotoGP akan digelar di Indonesia yaitu di sirkuit Mandalika Lombok. Kini kabar tersebut berembus lagi bahkan lebih menyakinkan.
“Sudah. Saya menandatangani kontrak pada 29 Januari 2019 di Madrid, Spanyol dengan Dorna Sports,” ungkap Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer seperti dikutip dari Motorsport.com.
“Tetapi memang kami memilih waktu (untuk mengumumkan secara) nasional. Besok (Jumat, 22/02/19) kalau tidak berhalangan, pihak Dorna akan melakukan pengumuman. Kontraknya tiga tahun, mulai (menggelar MotoGP Indonesia) pada 2021. Nama kontraknya Promoter's Agreement. Saat itu, kami memang belum mengumumkan, karena mencari waktu yang tepat. Kalau saya lebih suka menunggu dari pihak Dorna (yang mengumumkan). Lebih lengkap, juga karena mereka bisa lebih mengonfirmasi (hasil pertemuan) yang sudah kami sampaikan,” tambah Abdulbar M. Mansoer seperti dikutip dari Motorsport.com.
Sirkuit MotoGP di Mandalika Lombok akan mengambil konsep sirkuit jalanan. Konsep sirkuit jalanan ini adalah yang pertama kali akan di implementasikan di MotoGP. Sirkuit jalanan ini ketika tidak digunakan untuk balapan akan berubah fungsi menjadi jalanan kawasan. Dan ketika akan digunakan balapan lagi, sirkuit Mandalika Lombok ini akan ditutup lagi dan sepenuhnya akan berfungsi menjadi sirkuit balap begitu seterusnya. Konsep sirkuit Mandalika Lombok ini sangat unik karena sebelumnya belum ada sirkuit di MotoGP yang menganut format sirkuit jalanan seperti ini. Pengerjaan sirkuit jalanan di Mandalika Lombok ini diperkirakan akan memakan waktu 14 bulan dimulai dari bulan September 2019.

Photo : @motogp